Saat ini Deema menjalankan kursi rodanya menggunakan kedua tangannya sendiri, dan Mesha berjalan di sebelahnya sambil membawa sebuah nampan yang berisi dua gelas minuman dan roti yang baru saja keluar dari tempat pemanggangan. Mesha yang hendak membuka pintu ruangan kerja Aiden, dan Deema menahannya, untuk jangan membuka pintu itu, karena ia mendengar suara aneh dari dalam pintu tersebut. “Sebentar …” ucap Deema yang berbisik pelan kepada Mesha. Mesha menganggukkan kepalanya dan kini ia pun diam, untuk menunggu perintah lanjutan dari majikannya itu. Deema mendekatkan telinganya ke arah pintu. Ia bisa mendengar jika di sana ada suara Aiden dan Zaffran yang tertawa, dan … Deema mendengar suara perempuan yang juga ikut tertawa, namun suara itu seperti suara yang melalui ponsel. Mesh

