Entah aku yang terlalu lambat, atau mungkin kamu yang terlalu ragu. Dulu, aku sama sekali tidak mengerti jalan pikiranmu. *** Ternyata dugaan Deeka benar. Saat ia terbangun, Nara sudah tidak ada di sisinya. Deeka lantas berusaha duduk perlahan, menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang. Dengan satu alis terangkat, ia menatap seorang cewek yang sedang lahap memakan pizza. Cewek itu bahkan belum sadar Deeka sudah bangun. Sungguh, Deeka jadi ingin berteriak di telinga cewek itu, agar eksistensinya diakui. Deeka menelan ludah, merasa lapar karena melihat cewek itu memakan pizza yang terlihat enak dan masih hangat. “Woy, kok lo masih di sini? Nara mana, San?” “Oh, lo udah bangun?” Reaksi cewek itu sungguh tenang, seolah kesadaran Deeka tidak penting. “Mau

