Ari merenggut kunci mobil yang tergeletak di atas meja. Membawanya keluar ke mobil Kijang merah tua yang berada di halaman. Tepat saat ia baru menginjakkan kaki di teras, mobil milik Hardy memasuki pagar. Laki – laki itu hanya berdiri sambil menunggu sepasang kakak adik itu turun dari mobil. Begitu turun, Bening segera membuka pintu belakang untuk mengambil sekresek besar belanjaan dengan terhuyung – huyung. Meski isinya hanya makanan ringan, s**u dan minuman bersoda, tetap saja terasa sangat berat bagi Bening yang semenjak sakit tidak pernah mengangkat barang – barang yang berat. “Biar aku saja!” seru Ari sambil merebut belanjaan Bening. Ia sempat melihat isi kresek putih itu sambil mengangkat satu alisnya. Bening membeli makanan cukup banyak, jadi seperti seorang penimbun makanan

