Rasa Bahagia Bunda Ririn Dan Ibu Lastri

1313 Words

Jangan terlalu menyimpan harapan kepada orang lain. Sebab itu akan membuatmu sakit. Karena apapun yang terjadi pada dirimu. Yang pertama menyelamatkanmu adalah Dirimu sendiri, bukan orang lain. *** Bunda Ririn bersama ibu Lastri, duduk di kiri dan kanan Disha. Bertanya banyak hal sambil mengelus pelan perut Disha. Sementara para suami hanya bisa menggeleng dan tersenyum melihat mereka berdua. “Rin, kamu kok tega sih pukuli menantuku seperti itu? Kan kasihan.” Tanya Ibu Lastri menatap sahabat sekaligus besannya itu. “ Tidak apa-apa ,Tri. Itu hukuman untuknya. Lagian, memang pantas kok dia ku pukul. Anak kok suka banget buat orang tua khawatir. Sudah gitu,lihatlah wajahnya yang tanpa ekspresi itu. Ngidam apa aku dulu dapat ank laki kok datar banget." Jawab Bunda Ririn menahan kesal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD