Semenjak punggung Kenzo terluka, aku lah yang menemani dan membantu dia menyediakan segala perlengkapan nya. Dan baru ku tau. Jika pria dingin seperti kutub utara ini, kalau sakit sangatlah rewel dan cerewet. Begh.. Mengalahkan, ibu yang ada di rumah. Semua di protes. Persis anak-anak kecil. Bibi Sarah sampai ngakak saat melihat wajah ku yang melongo heran dengan sifat nya Kenzo. “Aduh, Nyonya Disha jangan heran. Memang begitulah sifat Tuan Kenzo kalau lagi sakit. Sabar yah, Bibi hanya bisa bantu dikit saja. Semua harus Nyonya sendiri yang sediakan. Seperti membantu dia keramas dan menemani dia membaca buku di malam hari." Awalnya aku mengira bibi Sarah hanya bercanda, ternyata ia benar. Makhluk aneh bernama Kenzo ini saat sudah berada di kamar mandi. Dia langsung menyuruh ku untuk ik

