Seminggu setelah malam lamaran itu. Om Rudy dan tante Ririn datang ke rumah untuk membicarakan tentang tanggal pernikahan kami. Banyak hal yang mereka runding kan bersama. Berhubung aku tidak mau ambil pusing. Ku ikuti saja semua pilihan para orang tua. Cukuplah si manusia kutub utara yang membuat ku hampir gila dengan keinginannya yang tidak masuk akal. Jika mengingat kembali kata terakhir yang dia ucapkan pada malam itu. Selalu membuat aku penasaran dan bingung, Apa dia pernah mencoba bunuh diri? atau sebaliknya? Aishhh..Otak ku yang kecil ini tidak bisa berpikir, ribet. "Ada apa Dis? kok kamu menggeleng-gelengkan kepalamu? kamu tidak suka pilihan gaun pengantinnya? Jika tidak suka bisa kok di tukar? atau kamu ingin memilihnya sendiri?" Waduh.. Aku lupa kalau lagi duduk di hadapan

