Suasana menjadi hening, saat Shila meminta Aksa agar memeriksa keadaan Shaka. Tidak ada yang menyangkal ucapan sosok gadis kecil itu. Bahkan Shena maupun Mario tetap diam dan menunggu jawaban dari Aksa. "Baiklah, paman akan periksa." Aksa menjawab dengan tegas. Pria itu sumringah saat memiliki kesempatan untuk dekat dengan putra Shena. "Paman tidak perlu repot-repot. Aku tidak apa-apa, kok." Kali ini Shaka menolak. Ia tidak ingin dekat dengan orang asing yang menyebalkan di matanya. Sungguh, Aksa terlihat sangat menyebalkan bagi pria kecil itu. "Ayo ke ruangan paman? Biar paman yang memeriksa mu." Alih-alih mendengar penolakan Shaka, Aksa justru terlihat santai seolah tak mendengar ucapan Shaka. "Apa kau tidak mendengar ucapan putraku?!" Sentak Mario dengan tegas. Ia tidak ingin pria l

