Keraguan

998 Words

Langit di luar jendela ruang kerja Aksa sudah berubah menjadi gelap sempurna. Lampu-lampu kota mulai menyala. Namun ruangan dokter bedah itu tetap terasa suram dan dingin. Aksa duduk diam di kursi kerjanya. Matanya menatap kosong ke layar komputer yang masih menyala. Pikirannya tidak bisa lepas dari Shaka. Ingatan Aksa kembali pada momen beberapa hari lalu saat ia memeriksa lutut Shaka yang memar karena terjatuh di lobi. Saat itu Aksa sendiri yang memasukkan data awal pemeriksaan ke dalam sistem IGD sebelum merujuknya ke dokter anak. Tangan Aksa gemetar saat meraih keyboard. Rasa penasaran yang membuncah memaksanya membuka kembali arsip kunjungan hari itu. Jari-jarinya mengetikkan nama yang terngiang di kepalanya. Shaka Anderson. Layar berkedip lalu memunculkan data pasien. Aksa mena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD