Kesempatan Kedua

1264 Words

Aku memutuskan untuk mengejar bapak tadi. Kukorbankan syarat mabit ini tuk orang itu. “Pak!! Tunggu Pak.” Panggilku sambil berlari mengejarnya. Beberapa kali aku memanggilnya, akhirnya bapak itu berhenti. “Mas panggil saya, ada apa mas? Masnya mau beli sayuran?” “Endak pak, saya bukan mau beli sayuran. Ini Pak saya mau memberikan kunci ini. tadi kunci Bapak ketinggalan di masjid.” Kataku sambil keringat bercucuran. Bapak itu merogoh-rogoh sakunya, mengecek keberadaan kuncinya. “Oalah iya e mas ini kunci saya. Matur nuwun mas, sudah mengantarjan kunci ini sama saya. Kalau saja masnya endak nganterin, pagi ini saya endak bakal bisa buka kios. Sekali lagi terima kasih mas.” “Inggih pak sami-sami. Ya sudah kalau begitu saya permisi Pak, mau balik ke masjid.” “iya mas, saya juga pam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD