PDA 36 . Kehamilan Haura sudah memasuki usia delapan bulan lebih. Hanya tinggal menunggu hari bayi itu akan dilahirkan. Haura bahagia, tapi semakin dekat penantiannya akan bayi itu, semakin sering ia masuk rumah sakit. Pertahanan tubuhnya sungguh lemah dan tidak stabil. Padahal ia telah banyak beristirahat. "Pergi saja ke Haura, dia pasti membutuhkanmu sekarang. Sementara sama sekali tak menginginkanmu," ucapan Aluna terlontar begitu perih menusuk relung hati Abian. Semakin hari ia merasa semakin tak berharga di mata Aluna. Abian terusir secara halus setiap kali berada di rumah Aluna. Namun, ia tetap harus di sana. Sebagai seorang lelaki itu menyakitkan, karena itu menyangkut tentang harga diri. Namun, Aluna adalah bentuk uji nyali kesabarannya. Sementara itu, meskipun Abian ingin t

