Rencana Aluna

1379 Words

PDA 38 . "Selamat datang, Abian!" Aluna menatap lurus pada Abian yang tercekat saat melihat Haura ada bersama Aluna. Abian sama sekali tak terpikirkan rencana Aluna. Pun biasanya ketika pergi, Haura selalu meminta izin padanya. Entah ke mana pun, sedekat apa pun kepergiannya, Haura tetap izin. Mungkin Haura berpikir, ia pergi dengan orang yang tepat hingga tak perlu meminta izin. Atau Aluna yang bilang sudah meminta izin pada Abian untuk kepergiannya. Sorot mata Haura pada Abian seolah meminta tolong untuk segera lepas dari susasana yang perlahan terasa begitu mencekam. Abian masih diri dengan jantung yang berdebar. Suasana sudah terbayang kacau dan ia tak bisa mengelak. "Silakan duduk, Ma, Pa!" pinta Aluna pada kedua orangtuanya dengan lembut. Farhan dan Renata duduk di samping so

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD