Chapter 37

1022 Words

Setelah kepergian pelayan itu, Bianca pun kebingungan. Sedangkan di sisi lain, Erza tengah berdiri dengan tangan terlipat sembari melihat Bianca. "Bagaimana?" Tanya Erza sembari melirik. "Saya sudah mengatakan apa yang anda perintahkan Tuan," jawab pelayan yang tadi bersama dengan Bianca.  "Bagus. Kamu bisa pergi." Ujar Erza. "Baik, Tuan." Pelayan itu pun beranjak pergi. Sedangkan Erza hanya tersenyum jahat melihat Bianca. "Kamu akan merasakan penderitaan di rumah ini." Gumam Erza. Pria itu beranjak pergi, sedangkan Bianca sudah mulai membereskan tempat yang di beritahu pelayan tadi. Dua jam kemudian. Bianca mulai merasa lelah, dia akhirnya beristirahat, namun tidak lama seseorang datang menghampirinya. "Apa pekerjaan anda sudah selesai?" Tanya seseorang. "Belum. Masi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD