Chapter 48

1024 Words

Laki-laki itu termenung di ruang kerjanya. Dia masih saja membuka berkas yang dia terima dari orang suruhannya. "Apa mata yang di donorkan Alika ada pada gadis itu?" Tanya Erza yang bergumam. Ketika Erza tengah memikirkan hal itu, Bianca pun juga tengah memikirkannya. "Apa mata ini milik Alika?" Tanya Bianca bergumam sembari menatap cermin di depannya. "Hai," sapa seseorang di belakang Bianca dan terlihat dari kaca. "Alika?" Ujar Bianca terkejut. Dia pun menoleh kebelakang, namun dibelakangnya tidak ada siapapun. Gadis itu langsung menoleh dan melihat kembali ke cermin. Dia melihat Alika ada di cermin itu. "Apa mata ini milikmu?" Tanya Bianca. Alika hanya tersenyum simpul menjawab pertanyaan Bianca. Dia sama sekali tidak berkata apa-apa. "Apa yang kamu maksud 'dia' adalah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD