"Ra, semalam aku benar-benar nggak tidur. Perasaan kayak ada suara aneh-aneh aja rasanya.” Amara masih setia mendengarkan curahan cerita mami mertuanya itu. Meskipun kini ia sedang sibuk membereskan barang-barangnya ke dalam tas. “Mana mami coba telepon kamu sama Arkha nggak gak bisa lagi. Kalian sebenarnya ngapain aja, sih? Sampai gada waktu buat angkat telepon mami. Kalau emang bikin cucu sih nggak pa-apa, ini sampai sekarang juga belum nongol anaknya.” Mengangguk-angguk tanpa melepaskan telepon genggam berlayar sentuh itu dari telinganya. Ia harus segera bersiap, sebab Arkha sebentar lagi akan menjemputnya. “Ra, pembayaran untuk pasien detoks wajah sudah sama kamu, ya?” tanya Tika dari belakang. “Iya.” Amara mengangguk menginformasi jawabannya. Menutup layer dengan telapak tan

