Disebuah danau yang berukuran cukup luas,nampak akexander duduk termenung disebuah pohon,sesekali tangannya melemparkan kerikil ditangannya ke dalam danau,suara gemericik air dari percikan kerikil ditambah kabut asap yang menyelimuti danau,membuat alexander hanyut dengan perasaannya.Rasa rindu yang besar terhadap quel tak mampu mengalihkan perhatiannya terhadap hal lain,meski amora sekalipun. "Aku harus bertemu quel,harus". ucap alexander dan melemparkan sebuah kerikil ke dalam danau. Tak lama alexander bangun dari duduknya dan melangkah masuk kedalam istana. Alexander bergegas memasuki ruangan pribadinya dan menutup pintu.Alexander terkejut karena mendapati amora sedang berbaring diatas ranjang dengan menggunakan pakaian yang transparan yang menampilkan setiap lekuk tubuhnya,tersenyum

