Dominic

623 Words

Pagi pagi sekali quel sudah bangun dan bersiap siap.Dia menatap wajah putranya yang masih tertidur. "Kau sudah bangun?".tanya dominic dari arah pintu membawakan secangkir teh. " Ah iya". jawab quel menoleh. "Apa rencanamu?". tanya dominic menyodorkan teh pada quel. " Aku mau pergi". jawab quel meraih cangkir ditangan dominic. "Kemana?". dominic duduk disamping quel. " Belum tahu".jawab quel datar. "Aku punya usul". dominic tersenyum. " Apa?". quel menoleh menatap dominic. "Bagaimana kalau tinggal disini?". dominic tersenyum tipis. " Tidak terima kasih". jawab quel meminum teh hangat buatan dominic. "Lalu?". tanya dominic berdiri mendekati jendela menatap keluar. " Alexander dan amora itu tidak punya hati,jika mereka tahu aku masih hidup,mereka akan terus memburuku,aku tidak mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD