Perang

648 Words

"Quel,bangunlah dan buka matamu..aku..tidak sanggup melihatmu diam seperti ini". Air mata dominic menetes jatuh tepat dibibir quel dan kembali meresap masuk kedalam mulut quel. Dominic duduk kembali ditepi ranjang menatap quel yang masih terpejam.Lima hari berlalu namun tubuh quel masih saja terbaring tak sadarkan diri.Detak jantung quel makin melemah,wajahnya pun semakin pucat.Dominic tidak dapat membuat quel sadar meski segala cara telah dia coba,membuat hatinya tidak tenang. Sementara kenzi yang duduk disamping kiri tubuh quel mengusap lembut pipi quel menatap wajahnya sendu. " quel..bangunlah sayang,sampai kapan kau akan seperti ini,aku sangat merindukanmu,sangat merindukanmu,aku rindu segala hal tentangmu,bangunlah quel". Kenzi memeluk tubuh quel erat,mencium puncak kepala quel berk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD