Pagi yang cerah, para petugas perpustakaan sudah berada di meja induk di depan rak buku yang berjejer, seperti biasa petugas koran sudah sudah mengantar koran ke perpustakan seperti rutinitas yang di lakukannya sehari-hari.
tepat pukul 09.oo pagi seorang berbaju kemeja kotak-kotak dengan tas ransel masuk kedalam ruangan, setelah mengambil buku di deretan paling belakang langsung menuju meja bagian tengah.
eehmm,,, sudah sampai kamu ya Izal? celutuk seorang yang memakai kaos putih abu-abu di bagian pintu yang terpasang kaca tembus pandang di tengah-tengahnya pada bagian atas.
sambil menoleh ke pintu, iya Adi dijawab oleh yang pakai baju kaos kotak-kotak sambil membuka halaman buku yang diambilnya tadi.
Adi panggilan akrab Izal tadi langsung menuju ke arah meja tempat tepat di depan Izal, sambil memegang beberapa lembar kertas ditangannya
Hei Izal, tahu gak Pak Ali kasih tugas untuk kita hari selasa kemarin ? Oh yaa jawab si Izal, aku baru tahu aku ga datang kemarin karena sakit, infonya sudah aku sampaikan pada komisaris.
Adi langsung menyodorkan beberapa lembar kertas tadi ke Izal, sambil berkata ini tugas dari pak Ali sudah di bagi kelompok-kelompok dalam membahas tema masing-masing nantinya.
beberapa jurus kemudian
si Izal, melanjutkan diskusi dengan Adi, Hei Adi aku ingin kuliah keluar negeri dan dapat beasiswa dari pemerintah? wah bagaimana bisa jawab si Adi ? ini saja belum selesai kuliahnya, kita baru tingkat 2 belum lulus, sambung Si Adi. Maka dari itu aku ingin cepet selesai kuliah ini, gak ingin lama-lama lagi, kamu dukung aku gak Adi ?
dukung ya dukung lah kawan, tapi kondisi aku tak akan mungkin seperti kamu, aku banyak tugas di di rumah, aku uang kuliah cari sendiri untuk spp nya, aku banyak bersaudara teman sampai 9 orang. intinya aku dukung kamu walaupun kamu harus kuliah sampai ke luar negeri nantinya, demi kamu dan keluarga kamu, sahut si Adi.
terima kasih ya Adi, Jawab Izal ..
Iya teman sama-sama kawan tetap harus saling mendukung, agar sukses nantinya..
Sementara itu diluar matahari sudah sepenggalah naik, cuaca sudah mulai panas petugas Perpustakaan menghidupkan Air Conditioner di beberapa sudut ruangan perpustakaan. Pengunjung sudah mulai ramai memasuki ruangan, termasuk anak-anak yang mempunyai ruangan tersendiri di bagian sudut kiri khusus disediakan buku-buku bacaan anak-anak juga puzle yang mereka sukai.
Hei Adi ...!! seru Ijal, Iya Jawab Adi Kenapa ? Lalu sambung Izal kamu ngerasa gak kalau kehidupan luar negeri itu serba bebas dan budaya tak sama dengan kita, nanti kita terpengaruh dengan budaya mereka mabuk-mabukan dan lain-lain sebagainya,,..
Oh,,gitu Jawab Adi!!?? Kita tergantung mau milih apa saat kita kesana, semua tuh tergantung dengan tujuan sebenarnya, karena semua ilmu itu datang dari tuhan bukan dari manusia, manusia hanya berusaha dan berdoa untuk mendapatkannya, termasuk seperti prodi yang kita pilih saat ini yaitu prodi bahasa Inggris.
hmmm,,, aku khawatir Adi saat aku kesana semua akan berubah, termasuk cara berpikir aku, ndak lah jawab Adi selama kamu berusaha dan terus menjaga apa yang kamu dapatkan di kampung halamanmu pasti kamu akan bisa melewatinya,,,yang penting kamu yakin dengan menuntut ilmu dan datang kesana memang karena ilmu, pasti tuhan menjaga kamu dengan Izal, Aku yakiin itu Zal tambah adi meyakinkan kawannya tersebut.
saat sedang asik ngobrol tiba-tiba dari arah pintu utama datang seorang perempuan yang sebaya dengan mereka, dia memakai jelbab warna biru muda, rok kecoklatan sambil menjinjing tas di sampingnya menuju kearah Adi Dan Izal, dua sahabat karib yang sedang asik ngobrol.
Haii.........Plak!! ditepuknya bahu si Adi dari belakang...
mereka berdua terkejut karena, karena kawannya datang secara tiba-tiba dan menepuk bahu si Adi tanpa aba-aba.
Adi : oh,,,witaa ,,,apakabar witha ?
Witha : apa yang asik kalian bicarakan disini ya ? tanya si witha...
Adi :ada....laahhh, kami sedang ngobrol tentang si Izal dia rencana mau kuliah keluar negeri, nantinya. orang tuanya sudah setuju jikalau Izal kuliah ke Oxford Inggris, dia katanya mau PHd disana.......
Witha : wah luarbiasa jawab i Witha,,,,,jangan lupa oleh-oleh yaa.
Adi : wahh,, belum kuliah witha dah minta oleh-oleh pula, memang kamu ya withh.......
witha :......hahahaha...
kamu tahu aja Adi, witha menyahut dengan guyonan khasnya..
tidak terasa jarum jam terus berputar, sesaat lagi bel akan berbunyi menandakan waktu istirahat perpustakaan tiba, para pengunjung sudah mulai bergerak satu persatu ke arah meja kasir perpustakaan untuk mencatat buku pinjaman, tidak lupa di stempel sebagai tanda pengesahan dari pihak perpustakaan.
tiga s*****n itu juga ikut antri bersama para pengunjung lain di depan meja. tiba giliran Izal langsung menyodorkan bukunya ke arah meja kasih yang sudah siap mencatat pinjamannya, karena beberapa menit lagi waktu segera habis, dan pintu segera di tutup oleh petugas.
lalu mereka keluar lewat pintu utama perpustakaan, setelah memastikan semua barang bawaannya tak ada yang tertinggal di dalam ruangan tersebut.
setelah duduk beberapa menit di kursi depan mereka menuju kendaraan masing-masing yang terparkir rapi di depan.
Izal masih terpikir tentang, cita-citanya tadi, pikirannya masih gamang. pikirannya melayang entah kemana, dia terpikir apakah sanggup jika benar-benar menyelesaikan studinya disana, jika berhadapan dengan budaya bebas disana, serba glamour seperti yang disaksikan di film-film American Pie yang mengisahkan tentang anak kuliahan yang nakal, dia masih ragu akan kemampuannya seperti yang di utarakan Adi saat dalam perpustakaan.
Padahal orang tuanya sangat ingin jika dia kuliah kuliah disana, orang tuanya siap memberikan apapun untuknya jika dia kuliah keluar negeri, apalagi ke oxford kampus bergengsi di negeri ratu elizabeth.
Dua hari sebelumnya Izal pernah di telpon oleh kawan kenalannya di sebuah media sosial yang kuliah di sebuah Universitas di malaysia, dia menanyakan juga tentang rencana kuliah keluar negeri, katanya dia disana sudah bertekad bulat memang untuk melanjutkan kesana kalau memang kuliahnya selesaii nantinya di malaysia,,semua sudah di persiapkan dengan matang oleh orang tuanya, apalagi malaysia sebuah negara persemakmuran inggris dulunya tentu akan lebih mudah menuju kesana di bandingkan dengan indonesia yang di jajah oleh belanda.
keesokan harinya di kampus :
Hai Izal, How are you ? tanya Witha ......
Sambil tertawa cengegesan,,,, I m Fine ...jawabnya..
Jawab Witha lagi,,,emang gitu dia kalau mau kuliah kesana harus ngomong english dia dari sekarang, biar ga salah ucap kalau beli jajan di kanteen....
ahh...sobat neh jawab Izall,,yang tahu jajan aja dia, buku kek atau belanja apa biar aku cerdas dikit trus aku bisa keluar dari jebakan pikiran aku saat saat ini, yang masih bingung harus buat apa, nampaknya aku tak yakin dengan apa yang disampaikan Adi waktu kemaren di perpustakaan