Pagi hari yang cerah adalah waktu kepulangan Ama dari rumah sakit. Rasanya tiduran di rumah sakit membuat seluruh badannya pegal-pegal. "Xin!" panggil Ama. Xin yang sedang sibuk menatap laptop kemudian menoleh. "Apa?" tanyanya. "Kamu tadi malam balesin WAnya Reza ya?" "Iya, emang kenapa?" "Itu privasiku, kamu kenapa sih ... lagian aku udah batalin kerjanya." "Ya aku cuma memperingatkannya agar gak keseringan hubungi kamu," ujar Xin santai. "Terus usaha kamu berhasil?" tanya Ama geram. "Enggak, ya tapi setidaknya dia tau kalau kamu gak nyaman." "Kamu pikir itu efektif, liat." Xin meletakkan laptopnya dan beralih melihat ponsel Ama yang memperlihatkan chat baru dari Reza. "Ya gak usah dibales," tanggap Xin santai. "Dasar gak berperasaan!" Xin memutar bola matanya, "Lah aku har

