"Cepet lepasin!" Bentakkan itu membuat Xin membuka matanya sedikit, ia baru menyadari kalau ia memeluk Ama semalaman. Ternyata itu bukan guling, pantas saja rasanya sangat nyaman, tapi nyawanya belum juga terkumpul hingga Xin mengira kalau itu hanya mimpi. Xin kembali menutup matanya membuat Ama semakin geram. "Lepas!" tegas Ama lagi. "Gak, tidur lagi sebentar aja." "Gundulmu, ini udah masuk waktu subuh. Lepas, aku mau salat." "Sebentar doang, dasar guling cerewet." "Xin, jangan sampe aku beneran marah ya sama kamu." "Aku tidur jam satu tadi malem, please bentar lagi." "Ya udah kamu tidur, tapi lepasin ...." "Nyaman begini." "Duh, pegel badanku kalo kamu peluknya kenceng banget." "Sssttt, diem ngapa." Akhirnya Xin tidur lagi dan Ama masih terjebak di sana, Xin menarik kepala

