22. Sebuah Jebakan

2297 Words

22. Sebuah Jebakan   Kereta yang dikendarai oleh Wu Pei itu tiba-tiba berhenti, dari dalam kereta Xin Baozhai membuka jendela kereta dan melongokkan kepalanya. Hari sudah berganti, dan malam telah digantikan oleh cerahnya sinar matahari. Tak berapa lama setelah menghentikan kereta, Wu Pei turun dari tempat kemudi dan menghampiri Xin Baozhai.   “Tak jauh dari tempat kita saat ini adalah Gongque, Yang Mulia, kita tidak bisa memasuki gerbang kota dengan membawa kereta, akan sangat mencolok, apalagi Pangeran Yuan Qi sudah mengirimkan prajuritnya ke sana.” jelas Wu Pei, ketika dia menatap wajah penuh rasa ingin tahu Xin Baozhai.   Xin Baozhai hanya mengangguk menanggapi ucapan Wu Pei, dia kembali masuk ke dalam kereta memandangi Li Hua yang sedang tertidur lelap dengan tubuh dan kepala ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD