Debbina duduk di ruang tengah dengan tatapan menunduk ke bawah, dan sedari tadi terus menghela napas panjang, sembari sesekali melirik sang mama yang duduk di hadapannya. Di umur beliau yang akan menginjak usia lima puluh tahun ke atas itu masih cantik, dan bugar. Della, nama mama Debbina terus menatap ke putri bungsunya dengan tatapan memicing dan menyelidik, tidak lupa juga bersedekap d**a. Sementara sang suami tercinta, duduk tepat di samping sembari membaca koran. Entah apa yang terjadi pada putri bungsu mereka, sampai Debbina tidak kaya biasanya, terus menunduk ke bawah, seperti orang ketakutan. Merasakan apa yang terjadi di hari ini, Debbina mungkin akan memetik kembang tujuh rupa milik sang mama di taman. Apapun bunganya, yang terpenting tujuh rupa berbeda. Sial sekali hari ini,

