CD 21

1610 Words

Debbina terus saja menarik napas panjang lalu menghembusnya. Jengah, malas, pokoknya tidak bisa diucapkan kata-kata lagi. Axel Xavier Baldwin, ada di depannya sekarang. Ih, tidak bisakah hari ini adalah masa tenangnya, tidak diganggu atau diusik oleh pria itu? Tahu tidak sih, ambil cuti tapi masih berhadapan dengan sang atasan sama saja bohong! Keadaannya tidak bisa setenang tadi setelah kemunculan Axel secara tiba-tiba di hadapannya. Pria itu bahkan tidak peduli lagi, dengan raut wajah yang ditampilkan sekarang. Kesal, tapi sangat malas untuk meladeni Axel. Apalagi tadi bilang, 'kekasihnya'. Siapa yang kekasihnya coba? Hanya karena bibir mereka pernah bersentuhan bisa disebut ciuman? Tidak bisa seperti itu, Esmeralda! "Pak, sebenarnya Bapak mau apa datang ke sini?" tanya Debbina, pada a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD