"Sudah, Al. Lebih baik kamu pulang saja! Lanjutkan misi kamu, untuk mencari istri kamu. Tak perlu kamu dengar mami kamu. Carilah kebahagiaan kamu sendiri! Papi yakin kalau Naura wanita yang baik. Segera resmikan pernikahan kalian, jika kamu sudah berhasil menemukannya," bela Papi Samuel. "Keterlaluan! Jadi, kamu lebih membela wanita miskin itu dibandingkan istri kamu sendiri?" sarkas Mami Berliana. "Kamu yang keterlaluan! Kamu tahu? Betapa paniknya anak kamu, saat melihat kamu dalam kondisi tak berdaya, dan sekarang kamu justru memaksa dia untuk kembali pada w************n itu. Ibu macam apa kamu ini," pekik. Mami Berliana memegang dadanya yang terasa sakit. "Sudah, Pi! Aku tak ingin, gara-gara aku kalian jadi bertengkar. Lagipula, mami baru saja siuman. Kondisinya masih belum stab

