"Asa kita tidak terbatas. Dan mampu menembus batas angkasa." -Atta Mahesa- Atta menempelkan keningnya dengan kening Vei. Ia melihat ada sorot ketakutan di bola mata sendu itu. Laki-laki itu mengelus rambut cokelat Vei yang tergerai panjang lalu membisikinya kata-kata menenangkan. Membuat Vei sadar, jika ia sudah tidak sendirian lagi. Setengah jam yang lalu, Atta mencari-cari Vei. Menelusuri di setiap tempat yang ada di pasar malam itu. Di dalam gelapnya cahaya yang meremang, Atta mampu menemukan perempuannya sedang duduk ketakutan di sana. Siapa lagi kalau bukan Raveira Livira Shabira. Atta melihat raut wajah Vei hampir menangis. Ada apa? Apa yang terjadi? Namun, Atta menunda berbagai pertanyaan yang bersarang di benaknya saat ini. Yang perlu ia lakukan adalah menenangkan Vei. Memberi

