"Deritamu pun deritaku." -Atta Mahesa- __________ "Syukur... janin yang berada dalam perut Nyonya Vei masih bisa diselamatkan," kata dokter kandungan itu pada Atta. Atta mengusap wajahnya dengan lega. "Tapi, jika Anda tidak bisa mengontrol kondisinya lagi... saya tidak yakin Nyonya Vei tetap akan bisa bertahan." Atta menganggukkan kepalanya. Ia mengerti, bahwa kondisi Vei rentan untuk kehilangan bayi mereka. "Jadi, saya harus bagaimana, Dok?" "Biasanya, ibu hamil tidak boleh terlalu stres. Buat dia merasa nyaman. Jangan sampai Nyonya Vei memikirkan hal-hal yang berat." Hal-hal yang berat? Mungkinkah karena perkataan Atta tempo hari yang lalu pada Vei? Ya! Mungkin karena itu. "Jangan mengatakan hal-hal yang bisa membuat moodnya berubah. Karena... biasanya itu sangat menganggu."

