Jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam, Gama masih terlihat sibuk mondar-mandir di warung soto. Menanyakan dan mengantar pesanan ke meja-meja tamu. Tak jauh dari sana, Alfa berdiri dan memandanginya. Kata-kata Alya, adik Gama tadi terngiang di telinga Alfa. "Tolong bilang pada Mas Gama, kiriman uangnya sudah sampai, terimakasih. Sekarang saya dalam perjalanan mengantarkan Abah berobat ke rumah sakit kota. Mungkin baru sampai besok. Besok, sekitar jam delapan saya telepon lagi." Alfa memandangi Gama yang bekerja dengan tak kenal lelah. Dia bahkan terus tersenyum pada para pelanggan. Gama sedang membereskan piring-piring kotor di salah satu meja lalu tiba-tiba tampak kelelahan. Gama memegangi kepalanya dan hampir pingsan. Alfa terkejut dan hampir berlari menolongnya seperti dulu, tapi

