Jangan Berhenti

1479 Words

"Sudah, Galang, sudah." Gama menepuk-nepuk punggung Galang yang sedang menangis di depannya itu. "Gue udah tahu kok, gue udah tahu! Gue udah tahu kalau gue ini jelek, muka gue boros kayak bapak-bapak! Gue udah tahu! Nghak usah diomongin keras-keras gue juga udah tahu!" Galang menyegarkan marah pada Gama. Gama hanya diam saja dan sebisa mungkin menenangkan sahabatnya itu. "Rasanya gue kayak ditolak lagi untuk kedua kalinya, padahal nembak aja belum," kata Galang sambil ingusan. "Tenang, Lang, Alda pasti sebenarnya tak bermaksud begitu," kata Gama. "Gak bermaksud gimana? Dari tampangnya aja udah kelihatan kalau dia itu benci gue!" Galang malah makin kesal. "Alfa juga pernah menghina saya banci, waktu itu dia memuji kamu dan bilang kamu lebih baik dari saya. Waktu itu saya sangat sedih,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD