23 april 2019 Menjinjing paperbag berwarna merah muda,Alga terus meneruskan langkahnya menuju rumah Anin pagi ini. Membuka kunci pintu rumahnya yang Alga ambil dibawah pot bunga. Alga memang tau dimana kuncinya berada,sudah tahunan malah. “Masih sepi,” setelah mengatakan itu Alga tertawa sendiri,ya iyalah masih sepi orang pemilik rumahnya engga tau kemana,engga ada kabar selama setahun juga. Alga memang kemari setiap bulannya,setidaknya sekali. Membersihkan rumah Anin,menyapunya,mengepel lantai juga mengganti sprei yang ada di kamar Anin agar tak berdebu. Memasang pengharum ruangan khusus sebulan setelahnya pergi dari sana. Sebenarnya atau mungkin Anin akan marah pada Alga kalau tau mengenai Alga yang masuk kedalam kamarnya,padahal itu adalah privasi milik Anin. Merasa semuanya sudah b

