Aku semakin berdecak kesal saat melihat dimana akhirnya Alga memarkirkan mobilnya pagi ini,bangunan yang sangat besar dan berlantai entah berapa kini menjukang tinggi didepan sana. Dipenuhi dengan banyak orang,untuk melepaskan setresnya. Dalam perjalanan panjangku,sebenarnya tempat ini sangat anti untuk kujadikan tempat pelarian saat semuanya tak baik-baik saja,sayangnya saat ini Alga ingin kemari menoleh menatapnya dia malah tertawa,mengedipkan mata kanannya padaku. “Kamu mengatakan kamu mengikuti apapun mauku hari ini,” ulangnya entah keberapa kalinya. 5 mei 2018. Tepatnya hari ini,ditanggal yang sama serta bulan yang sama genap sekitaran 5 atau 6 tahun Alga berkeliling di sekitarku. Entah bagaimana caranya dia mengingatnya,tetapi setiap tahunnya,Alga selalu minta melakukannya. “Ayo

