78 - Bersama Altasya Adira

2147 Words

Mematikan lampu ruang tamu dengan sengaja,barulah aku memasukkan kaset pertama yang ingin ku tonton. Hal pertama yang langsung terlihat adalah senyum cerah Mama Alta,melambaikan tangannya pada kamera dengan latar belakang coklat gitulah. “Halo semuanya,haha. kok semuanya ya? Emangnya yang nonton video ini siapa sih? masa iya Mas Dito? Orangnya kan sibuk banget. Tapi biarin,aku pengen ngomong sesuatu disini walaupun Mas Dito udah tau sih,hihi.” Aku ikut tertawa saat Mama Alta tertawa, “Sebenarnya aku tuh kabur kesini,Mas Dito lagi sibuk di ruang kerjanya. Disana,” arah kamera berpindah pada rumah yang tak jauh dari sana,bahkan Mama Alta menyebutkan kata tadi dengan berbisik pelan. “Semenjak dengar kabar dari dokter dua jam lalu,mendadak Mas Dito jadi posesif malah ngelarang aku ke panta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD