BAB 56

1001 Words

Rumah dengan cat kuning dengan dekorasi coklat. Bergaya Amerika dengan dekorasi yang sangat dirindukan oleh Hannah. Tangga di depan rumah yang selalu menyapa sepatunya ketika ia baru datang. Tangan gadis itu ragu hendak menekan bel. "Apa aku mengetuk pintu saja?" gumamnya dalam hati. Ia berkata seorang diri. "KAU PASTI BISA." Seseorang berkata melalui telepati dalam pikirannya. Hannah melirik pada orang tersebut, pria dengan kacamata hitam yang sedang bersembunyi di balik rimbunnya pohon itu tersenyum. Fuuuh .... Hannah mengembuskan napasnya, ia pun memberanikan diri .... Tok tok tok Ia merasakan sesuatu yang hilang dalam dadanya. Namun perasaan ini tak asing baginya. Jujur, Hannah kini sangat gugup. Ia pun meraba ke dadanya, tepat di bagian tengah. Debaran jantung itu suda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD