“Tidak sedikitpun!” tegas Felix tak gentar. “Hahaha… sabar, Bung. Aku hanya kebetulan saja lewat dan melihatmu di sini. Jadi, aku tidak berniat cari ribut denganmu. Lagipula kita bukan lawan yang sepadan saat ini. Aku yakin nyalimu tidak ada seujung kuku,” balas Marko sembari menjentikkan jarinya. Felix menahan mati-matian tubuhnya agar tidak beranjak dari tempatnya berdiri. Bukan karena dia takut. Dia hanya tidak ingin Bobby melihatnya sebagai serigala petarung yang haus akan darah. Bobby tidak tahu menahu tentang masa lalunya. Dia hanya tahu jika Felix anak dari keluarga kaya raya. “Kalau memang kau tidak mencari ribut, kenapa dari tadi terus memancingku? Kau kau sengaja melakukannya, Marko,” sahut Felix berusaha tenang. Dia mengalihkan pandang ke arah Darius. “Jadi, dia anak kecil

