Langkah kaki Heidi yang diiringi ketukan keras sepatu hak tingginya membentur lantai marmer mewah rumah ibunya. Pintu depan terhempas cukup kencang saat ia melangkah masuk dengan raut wajah yang dilipat habis, dadanya masih naik turun meluapkan kekesalan. "Aduh, Heidi! Hati-hati, dong! Bisa pecah itu engsel pintu!" Sesosok wanita paruh baya dengan pakaian elegan dan perhiasan berkilau di jemarinya keluar dari ruang keluarga. Itu adalah ibunya. Wajah wanita itu tadinya tampak penuh antusias, menyambut putri bungsunya dengan binar mata sarat harapan. Ibu angkat Freya dan sekaligus ibu kandung Heidi itu langsung menghampiri Heidi, memegang kedua bahu putrinya dengan penuh rasa penasaran. "Gimana, Heidi? Kamu sudah ketemu sama Kenzo, kan?" tanya sang ibu bertubi-tubi, suara dan matanya tak

