Dini mengetuk pintu kamar Dara. Nampan berisi makam siang untuk Dara, sudah siap bawa lengkap dengan minuman mineral yang memang selalu diminta Dara. Dara memang tidak terlalu suka dengan minuman beraneka rasa. Bahkan untuk jus saja, Dara hanya mau meminumnya saat sarapan atau sore hari, sementara siangnya, Dara malah memilih air mineral untuk teman santapannya. Dini sendiri heran melihat Dara tak kunjung ke luar kamar setelah pulang dari perusahaan Dara. Semua mengira Dara sedang istirahat, karena itulah tidak ada satu pun yang berani mengusiknya. Namun waktu makan siang yang sudah berlalu hampir satu jam, membuat Dini khawatir dan akhirnya membawakannya ke kamar. Namun hingga ketukan ke lima kalinya, Dara tak kunjung menyahut panggilannya dari dalam. "Dini izin masuk ya, Non!" seru D

