Esok harinya, warga IPA 1 kembali gempar dengan adanya makhluk tampan yang selama ini tidak terdeteksi radar mereka. Abimana datang dengan penampilan baru yang tampak lebih menawan. Rambut yang selama ini selalu terlihat tidak beraturan itu dipangkas di beberapa bagian membuat bagian atasnya lebih tebal dari bagian bawah. Itu semua ulah ayahnya yang memaksa diantar untuk potong rambut dan meminta Abi juga memotong rambutnya. "Waw!" pekik Putri, dia sampai berdiri dari duduknya saat melihat Abi masuk dengan malu-malu. Sedangkan Nawang yang pagi ini mulai maiuk sekolah juga tidak kalah terkejut. Gadis itu terdiam di bangkunya dengan mata mengerjap-ngerjap ke arah Abi. "Ya ampun, kok gue bisa engga sadar Abi seganteng ini!" seru Noela, wajahnya bahkan berbinar menatap Abi. Nawang menole

