Alvin merasakan tubuhnya remuk. Seluruh tubuhnya terasa sakit. Tidak ada dari bagian tubuhnya yang luput dari rasa sakit. Alvin membuka matanya dan mendapati dirinya kini terbaring di ranjang rumah sakit dengan penyangga leher dan banyak perban ditubuhnya. Bahkan untuk menggerakan lehernya saja rasanya Alvin tak mampu menahan rasa sakit yang langsung menyerangnya. Alvin menatap wanita yang ada disampingnya. Anika. Anika kini tengah tertidur disampingnya dengan tangan yang menggengam erat tangannya. Anika tertidur dengan wajah mengarah pada dirinya. Alvin pun tersenyum mendapati ketika membuka mata Anika lah orang pertama yang ia lihat namun senyum Alvin langsung menghilang mengingat Anika yang kini sudah bahagia bersama pria lain. Anika kini berada disini pasti karena merasa bersalah. Me

