Anika yang hendak mengambil minum dari dispenser yang berada diruang makan pun membeku mendengar nada marah dan emosi yang terlontar dari mulut Angkasa. Anika bisa memahami kemarahan Angkasa mengingat Alvin memang menyakitinya terlepas Alvin ternyata memiliki alasan kenapa Alvin melakukannya dan alasan itu pun baru ia ketahui setelah semua sudah terjadi dan hatinya sudah terlanjur tersakiti. Anika memberanikan diri masuk kedalam ruang kerja itu dimana Devano dan Angkasa kini sedang berbicara dengan serius mengenai dirinya. Anika ingin turut serta membicarakan semuanya dan Anika ingin keluarganya mengerti apa yang ia inginkan saat ini setelah membaca surat dari Alvin. “Pa, Mas,” panggil Anika setelah Anika membuka pintu dan masuk kedalam ruang kerja Devano. “Anika

