“Bu, . Bintangnya mau pesan lagi aja?” tanya Emma lagi dari luar pintu yang terkunci sambil mengetuk pintu ruang kerja Anika. Anika yang sedang menenggelamkan wajahnya di lipatan tangannya yang berada diatas meja. pun sadar kalau Emma tidak bisa melihat dirinya yang menjawab dengan sebuah anggukan. Anika pun segera bangkit dari kursi kerjanya dan menuju pintu. Anika membuka pintu dan melihat Emma kini berada di depan ruang kerjanya. "Bu, Ibu sakit?" tanya Emma dengan nada khawatir. Anika menggelengkan kepalanya. "Panggil Mbak aja Em, sama seperti yang lainnya. Saya berasa tua kamu panggil Ibu," ucap Anika dengan nada bercanda pada Emma. Emma hanya meringis mendengar ucapan Anika dan kembali bertanya mengenai kondisi Anika. "Saya kebiasaan panggil atasan Ibu. Mbak rasanya kurang pas bua

