Kembar Tapi Beda - 24

1571 Words

Meja makan yang sudah di sesaki oleh berbagai hidangan lezat, kini layaknya arena perang tak kasat mata yang tengah melibatkan tiga wanita yang duduk dalam diam. Meninggalkan satu sosok pria yang hanya bisa meneguk air putih, demi meredakan ketegangan yang tengah melandanya. "Ayo, kita makan, kenapa jadi diam semua?" Salma akhirnya angkat bicara, mengoyak senyap yang sedari tadi meraja. Berdeham, Dewa menoleh ke sisi kirinya, di mana sang kekasih tampak duduk kaku dengan wajah keruh, "k—kamu mau makan apa Sayang?" Menegakkan posisi duduknya yang tadi bersandar dengan tangan bersedekap, tak peduli jika terkesan tak sopan di depan calon ibu mertuanya sendiri, Rhea merekahkan senyuman. Hal yang sempat membuat Dewa mengerjap-ngerjapkan mata, tak menyangka akan respon dari kekasihnya itu. "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD