Ranu mengela napas, mengusap peluh dengan lengan karena kedua telapak tangannya tengah penuh oleh busa sabun. Sedari suasana masih gelap, hingga kini sudah mulai terik, Ranu sibuk dengan tumpukan cucian kotor milik para tetangga kontrakannya. Sudah sekitar satu minggu Ranu menjalankan bisnis kecil-kecilan, membuka usaha cuci gosok yang tak diduga, ternyata sudah banyak yang mengirimkan cucian kotor padanya. Mungkin, karena rata-rata penghuni kontrakannya adalah para pekerja yang sibuk dan kadang kerepotan untuk mengurusi tumpukan baju-baju kotor mereka. Meregangkan otot tubuhnya sejenak, untuk mengurai rasa pegal yang menggelayuti. Ranu menguatkan hati. Tak ingin mengeluh atas apa yang kini dijalaninya. Ia justru bersyukur, di tengah kalut, lalu memutuskan untuk melarikan diri dari orang

