Kembar Tapi Beda - 50

1764 Words

Bak mimpi, hal yang ditunggu-tunggu sedari dulu akhirnya tiba hari ini. Masih dihinggap rasa tak percaya, Dewa meraih tangan seseorang yang tadi siang, telah resmi menjadi istrinya. Astaga ... Dewa nyaris tak bisa tidur semalaman. Menunggu pagi yang terasa begitu lama. Tiap detik waktu yang berlalu, tiba-tiba seakan melamban. Membuatnya berkali-kali melirik penunjuk waktu yang tergantung di dinding. Argi yang menemaninya selama bersiap, sebelum ijab kabul. Terus menggoda Dewa agar tak sampai terkencing dicelana, karena diserang rasa gugup. Sahabat sialan tapi juga memiliki peran penting untuknya itu, berhasil mengendapkan sedikit kegugupan yang Dewa rasakan, dengan kata-kata konyol dan menyebalkan yang pria itu lontarkan. "Kenapa?" Rhea menolehkan kepala kearah Dewa yang kini telah menj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD