Noah yang selalu tak ingin kalah dari Deehan dalam hal apapun mengingat dendamnya pada keluarga Deefan karena kematian ibunya. Noah cukup lama terdiam hingga membuat Deefan bertanya-tanya dengan sikap Noah yang tak biasanya dengan cepat akan menyanggup perintahnya. “Noah?” tegur Deefan yang di abaikan oleh Noah. “Noah… “ “Noah… “ Beberapa kali Deefan menyebutkan nama Noah namun tak ada jawaban hingga Sein dengan sengaja menyenggol tangan Noah dan membuatnya tersadar. “Hm… iya?” ucap Noah terkejut. “Tn. Deefan menanyai Anda… “ bisik Sein pada Noah. “Apa ada yang mengganggu pikiran mu?” tanya Deefan memastikan. Noah menggeleng berbohong pada Deefan. “Jadi bagaimana? Apa Aku bisa mengandalkan mu mengurus anak perusahaan Capitaland di Paris itu?” jelas Deefan kembali. Noah menghela

