PART 10. KEBERANIAN MIKHA

2032 Words
Seperti apa yang telah di perintahkan Deehan pada Theo mengenai pekerjaan Jarvis yang telah banyak menimbulkan kecurigaan hingga membuat Deefan kembali mempertanyakan kinerjanya. Theo melaksanakan perintah Deehan dengan mencari semua bukti dari segala laporan tersebut, ia juga menelusuri semua investor yang selama ini berhubungan dengan Jarvis. Dengan predikat sebagai pemagang terbaik sebelum ia resmi menjadi salah satu bagian dari Capitaland, Jarvis memang memiliki image serta kepercayaan yang cukup dari para pemegang saham. Hal itu membuat dirinya bisa mendapatkan posisinya yang sekarang. Tak ingin mengecewakan Deehan, Theo menghabiskan waktunya satu harian ini untuk mengikuti Jarvis dan mulai menanyakan apa saja yang ia lakukan kepada semua orang yang berhubungan dengannya. Theo mendapati Jarvis sedang bercengkrama dengan seorang wanita di sebuah restoran yang bersifat private. Mengambil posisi yang menguntungkan, Theo mulai memasang telinganya untuk mendengar percakapan Jarvis dengan wanita tersebut. Namun siapa yang sangka kalau wanita yang di temui Jarvis sore ini adalah Nana, kakak dari Mikha serta anak sulung dari Tn. Nino. “Bagaimana pekerjaan mu hari ini?” tanya Nana ramah. “Lancar saja seperti biasanya---bagaimana dengan mu?” tanya Jarvis balik. “Hm.. cukup melelahkan. Hari ini Aku memiliki tiga jadwal operasi yang bisa di bilang cukup besar juga.. “ jelas Nana sembari menghela napas panjang. “Kenapa kamu menghela napas seperti itu? Bukannya keberhasilan dari operasi mu sudah membuat orang tidak kehilangan nyawanya.. kan?” ungkap Jarvis. “Iya..” balas Nana sembari mengangguk dan tersenyum tipis menatap kea rah Jarvis. “Semua pekerjaan memang melelahkan kalau kita tidak mengerjakannya dengan sepenuh hati, Nana..” ucap Jarvis menarik tangan Nana lalu mengelusnya pada puncaknya. Mendengar ucapan Jarvis membuat Nana kembali merasakan kekagumannya. Nana beranggapan kalau Jarvis adalah sosok lelaki dewasa yang selalu memberikan pandangan positif kepadanya. Namun siapa sangka kalau sikap itu memiliki maksud lain dari Jarvis kepadanya. Di sisi seberang Theo juga masih mengamati keduanya, mendengarkan setiap inti percakapan Jarvis dan juga Nana yang saat ini belum ada satu pun percakapan yang membuatnya curiga. Di mana Jarvis dan Nana hanya membahas soal pekerjaan masing-masing. Setelah makan malamnya sudah tertata rapi di atas meja keduanya. Jarvis meminta Nana untuk mencicipi makan malamnya. Di sela itu, Jarvis mengganti topik dengan membahas hubungan Nana dengan Nino ayahnya. “Oh iya, apa Tn. Nino tau kalau kita adalah dulunya teman kuliah?” tanya Jarvis. “Aku tidak menceritakannya sama sekali pada ayah” balas Nana jujur. “Kenapa?” tanya Jarvis penasaran. “Yah tidak apa-apa. Bukan hal yang harus ku ceritakan juga sama dia.. “ jelas Nana apa adanya. Tampaknya jawaban Nana tak begitu memuaskan bagi Jarvis. “Kamu tau? Aku selalu ingin menyapa Tn. Nino hanya saja Aku terlalu segan karena jabatannya yang tinggi di Capitaland, sedangkan Aku? Aku hanya staff biasa saja---bahkan Tn. Nino mungkin tidak mengenal ku..” ungkap Jarvis memamerkan wajah kasihannya di hadapan Nana. Mendengar perkataan Jarvis membuat Nana berpikir sejenak lalu memberitahu Jarvis kalau jika ada waktu ia akan mencoba membahas mengenai perkenalan mereka. Hal itu tentu saja membuat Jarvis merubah kembali ekspresi wajahnya. Jarvis kemudian menarik tangan Nana lagi dan mengucapkan terima kasih sambil melemparkan senyum ke arahnya hingga membuat Nana tersipu malu. Jarvis dan Nana kembali melanjutkan makan malamnya dengan membahas masa perkuliahannya bersama. Theo terus memantau sembari mengirimkan pesan kepada Deehan. Setelah cukup lama ia memantau Jarvis, Theo baru menyadari kalau wanita yang saat ini bersama Jarvis adalah dokter yang menangani operasi Ezra beberapa hari yang lalu. Theo pun memberitahu Deehan mengenai identitas wanita tersebut. Setelah memberitahu Deehan, Theo pun kembali mendapat perintah untuk meninggalkan restoran tersebut. Di mana Deehan merasa yakin kalau tak ada yang patut ia curigai dari percakapan Jarvis dan juga Nana mengingat Nana adalah kakak Mikha sekaligus putri sulung dari Nino. Theo berhasil meninggalkan restoran tersebut tanpa di kenali Jarvis. Sedangkan Jarvis dan Nana masih terlihat asyik bercengkrama bersama. *** Hari berikutnya di Capitaland… Seperti hari biasanya setelah hampir dua minggu Mikha dan juga Earlene melakukan penelitiannya di Capitaland terkhususnya pada Capital Art Galery. Mikha dan juga Earlene tampak fokus dengan objek keduanya kali ini, di mana hari ini dirinya serta Earlene memiliki jadwal untuk mengunjungi Capital Art Galery kembali. Mikha membereskan beberapa berkas yang akan ia bawa siang ini ke Capital Art Galery bersama dengan Earlene. Di saat yang bersamaan pintu ruangannya di ketuk oleh salah satu staff wanita. “Mikha apa bisa membantu ku sebentar?” pinta staff tersebut. Dengan sigap Mikha menerima permintaan tersebut dengan menyusul staff tersebut ke salah satu ruangan arsip yang berada beberapa langkah dari ruangannya. Staff wanita yang akrab di sapa Celine itu meminta Mikha untuk membantunya memisahkan beberapa map arsip untuk tahun 2018, di mana semua arsip yang berada di tahun itu harus di kumpulkan atas permintaan Noah. Namun Celine tak memberitahu Mikha kalau Noah lah yang memberikan perintah tersebut. Seperti dengan permintaan Celine, Mikha melakukannya memilah beberapa arsip untuk tahun 2018. Keduanya tampak sibuk melihat ruangan arsip yang cukup luas untuk memilah semua arsip dari tahun ke tahun. Sudah hampir satu jam Mikha dan Celine mengacak ruangan arsip tersebut. Earlene pun sudah mengingatkan Mikha untuk kunjungannya hari ini ke Capital Art Galery untuk menyelesaikan objek keduanya kali ini. Namun Mikha juga tidak dapat meninggalkan Celine yang memintanya secara langsung. Satu jam kembali berlalu, tumpukan arsip itu sudah terlihat lebih banyak dari sebelumnya. Ponsel Mikha terus saja bergetar menampilkan nama Earlene dalam panggilannya. “Sepertinya ini sudah cukup untuk di berikan kepada Tn. Noah” ucap Celine lega. Mendengar nama Noah yang di sebutkan Celine membuat Mikha sedikit terkejut. Di mana pekerjaan yang cukup melelahkan ini tidak lain dari Noah. “Kalau begitu.. apa ada yang lagi ingin di bantukan?” tanya Mikha. “Sudah cukup---terima kasih, Mikha..” balas Celine. Mikha tersenyum tipis sebelum ia meninggalkan ruangan arsip itu untuk kembali ke ruangannya. Di mana Earlene yang sudah sejak tadi menunggunya. “Kenapa lama sekali?” keluh Earlene. “Aku baru saja mengobrak-abrik ruangan arsip itu, Len… “ balas Mikha. “Kamu bayangkan arsip dari tahun ke tahun, Aku dan Celine harus mencari semua arsip pada tahun 2018” lanjut Mikha sambil meneguk air yang berada di dalam gelasnya di atas meja. Tak ingin berlama lagi membahasnya, Mikha dan Earlene meninggalkan ruangannya dan bergegas menuju ke Capital Art Galery saat ini. Di mana hari yang sudah menjelang sore. Mikha dan Earlene tetap mendatangi Capital Art Galery untuk menyelesaikan objek keduanya, keduanya menghabiskan hampir dua jam untuk membuat laporan atas objek seni keduanya tersebut. Hari yang tadinya sore kini mulai menggelap. Mikha dan Earlene meninggalkan Capital Art Galery dengan membawa hasil penelitian keduanya. Earlene sangat terkejut saat tiba-tiba saja Mikha menepikan mobilnya lalu menatap ke arah kaca jendela tempat Earlene duduk di samping kursi pemudinya. “Ada apa, Mikha? Kenapa kamu menepikan mobilnya dengan tergesa-gesa seperti ini?” keluh Earlene menatap panik ke arah Mikha. “Tunggu!” balas Mikha. Earlene mengikuti arah pandang Mikha yang tertuju pada sebuah café di pinggir jalan tepat di samping Mikha memberhentikan mobilnya. “Siapa yang kamu lihat?” tanya Earlene. Mikha menggeram saat melihat Jarvis sedang asyik bermesraan dengan seorang wanita tepat di depan café tersebut. Di mana semalam ia mengingat betapa bahagianya Nana yang menceritakan makan malam berduanya bersama Jarvis, lalu malam ini ia melihat Jarvis sedang bermesraan, saling merangkul di depan umum bersama dengan wanita lainnya. Earlene semakin di buat penasaran saat melihat ekspresi Mikha yang berubah menjadi menyeramkan. “Mikha! Apa yang kamu lihat?” tegur Earlene kembali. Earlene kembali mengikuti arah pandang Mikha yang terjatuh pada seorang lelaki yang sedang bermesraan dengan wanita lainnya. Menyikapi hal tersebut Earlene menyimpulkan dengan caranya sendiri. “Apa dia kekasih mu?--- kamu tidak memberitahu ku?” ucap Earlene tiba-tiba. “Dia selingkuh dari mu?” lanjut Earlene. Namun Mikha masih terdiam menatap geram kea rah Jarvis yang masih tak menyadari kalau Mikha sedang menatapnya sejak tadi dari dalam mobil berwarna hitam itu dengan kaca jendela yang terbuka penuh. Mengalihkan pandangannya dari Jarvis dan melajukan kembali mobilnya. Earlene yang masih belum mendapatkan jawabannya terus saja menghujani Mikha dengan pertanyaan yang sama sejak tadi. Namun Mikha tidak kunjung menjawabnya hingga Earlene kehilangan kesabaran. Hal itu membuat Mikha tersadar dari sekelebat pikiran yang memenuhi isi kepalanya. “Bukan, Len… dia bukan kekasih ku!” jawab Mikha dengan tegas. “Lalu kenapa kamu terlihat marah melihat lelaki tadi bersama wanita itu?” tanya Earlene kembali yang masih saja belum mendapatkan jawaban yang pantas. “Nanti saja Aku memberitahu mu---suasana hati ku sedang tidak bagus” balas Mikha. Mikha membawa Earlene pulang ke apartemennya setelah keduanya selesai dari Capital Art Galery. Menolak ajakan Earlene untuk masuk terlebih dahulu, Mikha lebih memilih untuk kembali ke rumahnya. Mikha kembali melewati jalan tersebut, di mana ia yang masih mendapati Jarvis di sana dengan wanita tersebut. Namun tampaknya Jarvis dan wanita itu terlihat berjalan menuju sebuah mobil yang sedang terparkir. Tak bisa mengabaikan rasa keinginan tahunya, Mikha mengikuti mobil tersebut hingga berhasil membawanya ke sebuah club malam. Mikha yang tak biasa masuk ke tempat seperti itu memaksa dirinya dengan mengumpulkan keberanian demi mengumpulkan bukti yang akan ia tunjukkan kepada kakaknya bahwa lelaki yang di sukai saat ini adalah lelaki jahat yang hanya mempermainkannya saja. Mikha keluar dari mobil melihat beberapa wanita yang masuk dengan pakaian yang minim, berbeda dengan dirinya yang saat ini masih mengenakan pakaian formalnya. Namun hal itu tak membuat ia mengurungkan niatnya. Mikha mengambil kaca mata hitam yang berada di dalam mobilnya lalu mengenakannya sambil berjalan masuk ke dalam club malam tersebut. Sejak ia menginjakkan kakinya tepat di pintu masuk club tersebut. Suara dentuman musik yang sudah memenuhi club malam itu sudah dapat terdengar oleh Mikha. Berjalan dengan langkah kecil menyusuri tempat tersebut mencari keberadaan Jarvis dengan wanita tersebut. Mikha mengambil kursi yang cukup jauh dari tempat yang di duduki Jarvis bersama wanita tersebut, namun Mikha masih dapat melihat keduanya dengan sangat jelas. Mikha yang masih awam dengan tempat tersebut terlihat risih saat beberapa mata lelaki yang tertuju kepadanya. Karena tak ingin terlalu di soroti dengan tatapan lelaki yang ada pada club malam tersebut, Mikha mengganti tempat duduknya dengan mendekat ke arah tempat yang di duduki Jarvis dengan wanita tadi. Tampaknya dengan mengganti tempat duduknya, seseorang telah menyadari kehadiran Mikha di tempat tersebut. Theo sangat terkejut saat melihat Mikha yang juga sedang mengamati pergerakan Jarvis. Walaupun masih menggunakan kaca mata hitamnya, Theo masih dapat mengenali sebagian wajah Mikha. “Apa yang dia lakukan juga di sini?” batin Theo mengamati Mikha. “Kenapa dia juga terlihat sedang memperhatikan Jarvis?” lanjut Theo yang semakin penasaran. Theo melaporkan pada Deehan kalau saat ini ia juga melihat kehadiran Mikha di club malam tersebut. Di mana Mikha juga yang terlihat sedang mengamati Jarvis. Mendengar hal tersebut membuat Deehan sangat terkejut dan juga penasaran dengan sikap Mikha yang mencurigai Jarvis. Lalu Theo mendapat perintah dari Deehan untuk mengamati Mikha juga dan melindunginya jika ia membutuhkan bantuan. Tampaknya kecurigaan Deehan pada Jarvis telah membuahkan hasil. Wanita yang di temani Jarvis saat ini adalah wanita yang selalu bersama dengan Tn. Romanof yang tidak lain adalah salah satu investor di Capitaland. Di mana lewat wanita tersebut Jarvis menjalankan rencana liciknya untuk mengetahui kelemahan Tn. Romanof demi memeras sekaligus mengendalikannya. Beberapa rencana selalu ia susun dengan begitu rapi agar beberapa investor Capitaland tunduk padanya dan melakukan perintahnya yang berimbas pada keuangan Capitaland yang selalu menunjukkan angka kejanggalan pada setiap laporan yang di terima Deehan. Theo melihat sekaligus mendengar semua percakapan Jarvis dengan wanita tersebut yang sudah tak berdaya karena terlalu mabuk hingga membuat semua rahasia dari Tn. Romanof dapat di ketahui oleh Jarvis. Mikha juga menyaksikan serta mendengar hal tersebut dan merasa sangat yakin kalau Jarvis mendekati Nana juga memiliki maksud lain. Di mana Jarvis yang tidak benar tulus pada kakaknya. Setelah meyakinkan dirinya, Mikha perlahan-lahan bangkit dari kursinya dan meninggalkan club malam tersebut dengan aman serta pantauan dari Theo. Theo berhasil menyimpan bukti tersebut jikalau suatu saat nanti Deehan membutuhkan hal tersebut. Seperti dengan Mikha, Theo juga telah meninggalkan club malam tersebut di mana Jarvis yang masih asik dengan wanita tersebut. Sepanjang jalan Mikha terus saja mengutuk Jarvis yang telah berhasil mempermainkan perasaan kakaknya. Mikha meninggikan laju mobilnya karena tak sabar ingin memberitahukan semuanya pada Nana. Setibanya di rumah, Mikha langsung saja naik ke lantai atas mengabaikan sapaan Naura yang sedang duduk di ruang keluargnya menonton drama. *****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD