Senyuman yang di lemparkan Deehan tampaknya seperti magnet bagi Mikha yang juga tak kuasa menahan senyumannya hingga membuat suasana kembali menjadi awkward. Mengingat Earlene yang sejak tadi berada di ruangan arsip, Mikha pun beranjak dari kursinya dan berpamitan pada Deehan. “Kamu bisa berjalan, kan?” tanya Deehan. “Hm… berkat mu—terima kasih, Deehan… “ balas Mikha memperlebar senyumannya berjalan meninggalkan Deehan yang sedang berdiri menatap kepergiannya dengan langkah yang kecil. Berjalan dengan hati-hati walaupun masih terasa sedikit sakit, namun tidak sesakit sebelumnya. Mikha menuju Earlene yang mungkin saja masih menunggunya di ruangan arsip tersebut. Seperti dugaan Mikha sebelumnya bahwa Earlene masih berada di ruangan arsip itu. Kedatangan Mikha mengejutkan Earlene setelah

