32 | Bukan Irina

1512 Words

"Ervan?" ulang Rega setelah duduk nyaman di kursi yang berseberangan dengan Elvin. "Iya Ervan." cicit Elvin lirih. Sangat lirih, hingga Rega hampir tak bisa mendengarnya jika saja ia tak menajamkan indera pendengarannya. "Yang temennya Fedric itu?" Rega meyakinkan lagi dan diangguki Elvin. "Memangnya dia sering ke sini?" Tak heran jika Rega penasaran, karena setau dirinya, sejak perceraian mereka lebih dari setahun yang lalu Elvin cukup tertutup dengan orang asing, terutama pria. Tapi, apa yang didengarnya sore ini tentu saja membuat rasa ingin tahu Rega menyeruak ke permukaan. "Ng.. nggak sering." bohong Elvin gusar. "Waktu itu Ibu yang ngajak dia ke sini, masak-masak di sini." Elvin menelan ludahnya susah payah.  "Sejak itu beberapa kali dia mampir, sekedar mengantarkan makanan rin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD