"Kak Vin, lo serius mau ngaku semuanya ke tante Tiara sama Om Bana? Udah yakin banget mau bikin pengakuan dosa?" Meli merapatkan tubuhnya di dekat penghangat ruangan di ruang tengah rumah Elvin. Menjelang berakhirnya musim gugur dan mengawali musim dingin di Jepang seperti ini, membuat gadis yang tak terbiasa dengan perubahan iklim tersebut kedinginan bukan main. Mekispun sudah menggunakan baju hangat ia masih merasakan dingin yang menusuk tulang. "Yakin dong Mel, kalo gak yakin gak mungkin gue ngijinin ibu berkunjung ke Jepang. Gue bukan anak kecil lagi by the way, bukan juga remaja labil yang bisanya cuman lari dari kenyataan. Malu sama umur bentar lagi tiga puluh juga." jawab Elvin masih sibuk memotong buah naga dalam mangkuknya. "Terus, lo mau bilang gimana ke tante sama Om?" Mel

