“Mesra banget panggilnya masssss..” cibir Ervan seraya meilirik sinis ke arah Elvin. “Kenapa deh?” Elvin balik menatap pria yang duduk di sofa seberangnya dengan tatapan penuh tanya. “Itu tadi, panggil panggil papanya Malika mesra banget nadanya. Lemah lembut mendayu-dayu manja gitu.” cibir Ervan mencebikkan bibir tipisnya. “Nggak deh perasaan, biasa aja manggilnya. Dari dulu aku panggil mas Rega ya kayak gitu kok, gak ada yang di manja-manjain.” elak Elvin, selama ini memang begitulah caranya memanggilnya Ervan. Alami gak ada yang dibuat-buat, seperti yang Ervan tuduhkan. “Giliran ke aku aja, manggilnya biasa banget, malah terkesan jutek setengah mati. Langsung pake panggilan Van.. Van.. Van…” perlahan Ervan membuah napas secara kasar. “Kan kamu sendiri yang dulu minta langsu

