22. Kebusukan Tidak Bertahan Lama

1635 Words

Farel tengah berada di rumah Aleta, pria itu menyandarkan bahunya ke sofa sedangkan Aleta menyandarkan kepalanya di dadaanya. Posisi ini mengingatkan Farel pada  istrinya. Istrinya sangat menyukai saat bersandar di dadaanya seraya mendengarkan irama jantungnya. Tiba-tiba Farel merasa hambar dengan Aleta, pria itu menjauhkan kepala Aleta dari dadaanya. “Rel, kenapa?” tanya Aleta. “Gak apa-apa, aku lagi capek saja,” jawab Farel yang gantian merebahkan tubuhnya ke sofa panjang. Aleta menatap Farel dengan bingung. “Rel, kamu capek? Mau aku pijatin?” tanya Aleta. “Eh, pijat kepalaku!” titah Farel. Aleta dengan kesenangan segera memijat kepala Farel. Saat tangan Aleta memegang kepala Farel, bukan nyaman yang dirasakan Farel, melainkan kepalanya malah semakin berat. Farel mengepalkan taga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD