Bab 26

1141 Words

Bill meraih lengan putranya, menahannya agar tidak langsung bergerak. “Tunggu. Kita pantau dulu, jangan langsung bergerak.” Pria itu berjalan santai ke arah bar, menyapa bartender seperti sudah sering datang ke sana. Ia duduk, memesan minuman dan sesekali menatap ke orang-orang yang asik menari tanpa menyadari bahwa ada dua pasang mata yang kini mengawasinya dengan penuh waspada dari sudut ruangan. "Kapan kita akan mengeksekusinya?" tanya Lucas yang tampak sudah tidak sabar. "Apa maksudmu dengan mengeksekusinya? kita tidak bisa main kasar di sini. Ini ruang publik, kita harus bermain lembut," ujar Bill dengan suara berbisik di telinga Lucas. "Maksudku setelah kita tiba di tempat sepi." Lucas berkata seraya menyunggingkan smirk dan mengangkat sebelah alisnya. Bill tersenyum. "Ayo kita

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD